jam

Selasa, 26 November 2013

Human Immunodeficiency Virus atau HIV Penyebab AIDS



Perhatikan Gejala Tersebut Yach!!!

Human Immunodeficiency Virus atau HIV adalah virus peyebab penyakit AIDS. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Penularan HIV biasanya melalui hubungan seksual dengan penderita tanpa menggunakan kondom atau berbagi jarum suntik. Namun, Anda tidak akan tertular hanya dengan berpelukan, berciuman, berdansa, atau bersentuhan tangan dengan penderita HIV positif atau AIDS, karena HIV tidak akan menular melalui udara, air, dan gigitan serangga sekalipun. 
Beberapa gejala HIV memang terlihat cukup ringan. Biasanya tidak diketahui secara pasti apakah gejala tersebut benar-benar karena virus atau penyakit biasa. Berikut beberapa gejala jika seseorang terinfeksi virus HIV:
  • Demam
  • Batuk
  • Sesak nafas
  • Ruam
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Mulut atau alat kelamin bernanah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama pada leher
  • Nyeri pada sendi
  • Berkeringat di malam hari
  • Diare

Virus HIV menyerang sistem imun tubuh dan juga menghancurkan sel Cluster of Differentiation 4 (CD4), dimana semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan maka semakin lemah tubuh seseorang dalam melawan virus HIV.  Virus HIV berkembang selama beberapa tahun di dalam tubuh penderita dan akhirnya menjadi Acquired Immuno Deficiency Syndrom (AIDS).
Seseorang yang telah terinfeksi HIV menjadi AIDS, biasanya mereka akan mengalami komplikasi, sebagai berikut:
  • Pneumonia adalah infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah yang mengenai paru-paru (peradangan pada paru-paru).
  • Sitomegalovirus adalah virus penyebab herpes yang ditransmisikan ke dalam cairan tubuh, seperti saliva, darah, urin, semen (tempat untuk sperma), dan ASI.
  • Tuberkolosis
  •  atau TB merupakan suatu penyakit yang paling meningkatkan risiko kematian bagi pasien penderita AIDS.
  • Toksoplasma adalah infeksi yang mematikan dan umumnya ditulari dari hewan (kucing) dan dapat menyebar ke hewan lainnya.
  • Kriptosporidiosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit di dalam usus hewan dan dapat hidup di dalam tubuh manusia.
  • Kaposis Sarkoma adalah tumor pada dinding pembuluh darah.
  • Limfoma adalah kanker pada limfosit (sel darah putih), umumnya dimulai pada kelenjar getah bening.



Sumber:






Minggu, 24 November 2013

PEPAYA (Carica Papaya L.)



Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Sunpride sendiri memiliki beberapa jenis pepaya, yaitu Pepaya Hawaii (Bentuknya agak bulat atau bulat panjang, kulit berwarna kuning cerah saat matang, daging buahnya agak tebal & berwarna kuning) dan Pepaya California (Daging buah tebal dan kenyal, buah tidak terlalu besar dgn rasa yg manis).
Buah pepaya  membawa banyak menfaat kesehatan bagi manusia dengan kandungan nutrisi yang dibawanya. Christopher Columbus bahkan menjuluki buah yang satu ini sebagai “Fruit of the angels” atau buah para malaikat karena rasanya yang lezat dan khasiatnya yang luar biasa.
Selain dikenal sebagai buah para malaikat, Pepaya juga kadung populer sebagai “Power fruit for women” atau buah yang sangat hebat untuk perempuan. Kenapa? Karena manfaat buah pepaya sangat baik bagi kaum hawa. Mau tahu apa saja manfaat buah pepaya untuk perempuan? Mari simak ulasan berikut ini :
1.    Enzim Papain pada buah pepaya yang masih muda dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pepaya yang sudah matang. Enzim tersebut bukan hanya menganalisis protein dalam tubuh, tapi juga mendorong metabolisme tubuh yang sempurna dan dengan cepat akan menghapus kelebihan lemak. Tapi ingat, buah pepaya muda sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bagi ibu hamil, terutama pada masa-masa awal kehamilan.

2.    Percayalah jika buah pepaya mengandung jumlah Vitamin C 48 kali lebih banyak dibanding buah apel. Oleh sebab itu, buah pepaya dapat dengan cepat menghapus racun di dalam tubuh dan sangat bagus untuk menyegarkan kulit. Enzim pepaya juga mampu mendorong metabolisme kulit, sehingga kulit terlihat lebih cerah/bersinar.

3.    Buah pepaya juga diyakini sangat membantu dalam pertumbuhan payudara. Hormon medium dan vitamin A yang terkandung dalam enzim pepaya, bisa merangsang hormon wanita untuk menghasilkan jumlah ASI yang lebih banyak bagi mereka yang sedang dalam masa menyusui.

4.    Buat Anda yang sangat mementingkan kesehatan rambut, buah pepaya juga dapat membantu untuk mengontrol ketombe. Shampoo dari bahan pepaya saat ini sudah banyak bisa Anda temui di supermarket-supermarket terdekat.

5.    Perempuan yang mengalami sikluas menstruasi yang tidak teratur, bisa mengkonsumsi jus pepaya untuk membuat siklus tersebut menjadi teratur. Selain itu, enzim dan nutrisi penting lainnya di dalam buah pepaya juga mampu menurunkan resiko terkena kanker Servik.

Pepaya memiliki nama latin Carica papaya L dan termasuk dalam keluarga Caricaceae. Tanaman ini dimanfaatkan buahnya untuk dikonsumsi karena sifatnya yang manis dan menyegarkan. Selain mengandung banyak air, buah pepaya juga kaya akan vitamin C. Bagian bunga dan daun pepaya muda juga sering dimanfaatkan sebagai lalap teman makan nasi dan sambal.Selain bisa dikonsumsi, beberapa bagian pohon pepaya juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Hampir semua bagian dari pohon pepaya bisa digunakan sebagai obat seperti Daun, Bunga, Biji, Akar, Getah, dan Kulit Pepaya.
Dalam tanaman pepaya terkandung enzim papain yang berfungsi untuk melancarkan pencernaan. Selain kandungan enzim papain, dalam pepaya juga terkandung sifat antiseptik di mana kandungan ini berfungsi untuk mencegah perkembangbiakan bakteri-bakteri jahat yang hidup di usus kita. Tak heran, pepaya akan menjadi buah yang paling direkomendasikan untuk mengatasi masalah pencernaan.

Beberapa senyawa yang diketahui terdapat dalam daun pepaya antara lain Enzym papain, alkaloid karpaina, pseudo-karpaina, glikosid, karposid, sakarosa, dekstrosa, levulosa. Alkaloid karpaina mempunyai efek seperti digitalis. Sementara buahnya mengandung ß-karotene, pectin, d-galaktosa, 1-arabinosa, papain, papayotimin papain, fitokinase.
Manfaat dan Khasiat Daun Pepaya

1. Melunakkan Daging

Jika ingin memasak daging sebaiknya gunakan daun pepaya dagingnya menjadi empuk dan enak saat dikunyah. Caranya, hancurkan daun pepaya yang masih basah dan campurkan ke dalam daging yang telah diiris-iris, tapi jangan terlalu banyak karna rasa pahit dari daun pepaya tersebut bisa membuat daging menjadi tidak enak dimakan.

2. Menambah nafsu makan

Tak sulit membuat ramuan penambah nafsu makan ini, siapkan daun pepaya segar seukuran telapak tangan, sedikit garam, dan air hangat setengah cangkir. Semua bahan dicampur, ditumbuk atau diblender, kemudian disaring untuk diambil airnya kemudian diminum. Ramuan ini aman, bahkan untuk anak-anak sekalipun.
3. Mencegah kanker

Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex), yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker, sebagaimana dikutip dari Journal Society of Biology. Getah ini otomatis didapatkan saat kita mengonsumsi daun pepaya, dimasak dengan cara apa pun.

4. Menghilangkan jerawat

Ternyata daun pepaya juga dapat dipakai untuk mengatasi jerawat. Caranya, ambil 2-3 lembar daun pepaya tua. Jemur sebentar kemudian tumbuk sampai halus. Setelah itu, tambahkan satu setengah sendok air. Lalu oleskan ramuan tersebut pada bagian wajah yang terkena jerawat seperti memakai masker. Biarkan beberapa saat, kemudian bilas hingga bersih.

5. Mengontrol tekanan darah

Caranya, ambil lima lembar daun pepaya, rebus dengan setengah liter air. Rebus terus hingga tinggal tiga perempatnya. Dinginkan sebelum diminum. Jika perlu, tambahkan gula merah atau madu agar terasa lebih manis.

6. Mengobati nyeri haid

Bagi Anda para wanita yang mengalami nyeri saat haid, ada baiknya anda mencoba resep tradisional dari daun pepaya ini, caranya ambil 1 lembar daun pepaya, asam jawa dan garam secukupnya. Rebus dengan segelas air hingga masak. Dinginkan sebelum diminum.

7. Mengobati demam berdarah

Bagi penderita demam berdarah, atau yang sedang mengalami gejala demam berdarah sangat disarankan untuk mengonsumsi daun pepaya. Karena daun pepaya memiliki kandungan yang bisa mengobati atau menetralkan gejala demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk.

Caranya, campur lima lembar daun pepaya, temulawak, meniran secukupnya, dan gula merah. Rebus hingga masak, kemudian dinginkan sebelum diminum.

8. Melancarkan pencernaan

Memakan daun pepaya yang sudah direbus baik dimakan dengan atau tanpa makanan pendamping lainnya dapat membantu memperlancar pencernaan. Hal ini dikarenakan didalam daun pepaya terdapat zat karpain, yaitu sejenis kandungan kimia yang dapat membunuh mikroorganisme jahat yang mengganggu pencernaan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya makan rutin daun pepaya rebus setiap hari selama beberapa hari.

Manfaat Biji Buah Pepaya

Biji pepaya tak dapat disepelehkan manfaatnya, selain bisa dijaadikan bibit untuk ditanam lagi juga bisa dijadikan obat yang sangat berkhasiat.

1. Biji Pepeya sebagai antibakteri
Penelitian telah dilakukan dan menemukan kalau biji pepaya ternyata efektif membasmi E. coli, Salmonella, dan infeksi Staph.

2. Melindungi Ginjal
Penelitian telah menemukan kalau dari ekstrak biji pepaya dapat melindungi ginjal dari racun-diinduksi gagal ginjal.

3. Menghilangkan Parasit di Usus
Ada bukti bahwa biji pepaya membasmi parasit usus. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada anak-anak Nigeria dengan parasit usus, 76,7% dari anak-anak bebas parasit setelah tujuh hari pengobatan dengan biji pepaya dibandingkan dengan hanya 16,7% dari anak-anak yang menerima plasebo.

4. Menetralisir Racun dalam hati
Dalam pengobatan di negeri Cina diyakini kalau sesendok teh biji pepaya dapat membantu detoksifikasi hati. Biji pepaya juga sering direkomendasikan oleh para dokter secara alami dalam pengobatan pada sirosis hati.

5. Mengobati cacingan
Penyakit memalukan ini juga sangat baik dibasmi dengan biji pepaya, bahkan sangat ampuh katanya.
Peringatan: Bagi yang ibu hamil jangan sekali-kali mengkomsumsi biji pepaya sebagai obat karna akan meningkatkan resiko keguguran.

Manfaat Akar Pepaya

Bagian akar dari pohon pepaya juga memiliki khasiat yang tidak sedikit untuk kesehatan. Berikut ini beberapa manfaat akar pepaya yang perlu Anda ketahui:

1. Kesehatan Ginjal

Yang banyak dikenal dari manfaat akar pepaya adalah khasiatnya sebagai obat bagi penyakit ginjal, baik yang sudah terkena maupun untuk menghindari penyakit ginjal. Caranya, rebus 3 potong akar pepaya bersama 1 liter air kemudian campur dengan madu untuk meminumnya.

2. Mengobati Cacingan
Selain itu, seperti pada manfaat biji pepaya di atas, akar pepaya juga baik untuk mengobati penyakit cacingan. Caranya ambil satu jari akar pepaya dan satu siung bawang putih, kemudian direbus dalam 100ml air. Setelah mendidih, angkat lalu dinginkan dan diminum 2 kali sehari.

3. Mengatasi gangguan saluran kencing
Caranya ambil 3 potong akar pepaya, rebus dengan 1 liter air hingga mendidih, kemudian saring. Minum ½ gelas, satu kali sehari.

4. Untuk mengobati rematik
Haluskan 30 gram akar pepaya, 20 gram daun jeruk nipis, 15 gram sambiloto segar, 20 gram daun ketepeng cina, 30 gram daun sirih segar, dan 5 buah cabai rawit. Rendam campuran dalam alkohol 75% selama 7 hari, kemudian peras dan saring. Gunakan airnya untuk menggosok dan mengurut bagian yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.
Sumber :


Jumat, 22 November 2013

KATUK



KATUK

Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan sayuran yang banyak terdapat di Asia Tenggara. Tumbuhan ini dalam beberapa bahasa dikenali sebagai mani cai (马尼菜; bahasa Tionghoa) , cekur manis (bahasa Melayu) dan rau ngót (bahasa Vietnam). Daun katuk merupakan sayuran minor yang dikenal memiliki khasiat memperlancar aliran air susu ibu (ASI).

Pertelaan dan sistematika

Semak, tinggi dua sampai tiga meter, tumbuh di dataran rendah hingga 1.300 di atas permukaan laut. Daun kecil, berwarna hijau gelap dengan panjang lima sampai enam cm. Bunganya berwarna merah gelap atau kuning dengan bercak merah gelap dan berbunga sepanjang tahun.Tumbuhan ini termasuk dalam suku menir-meniran (Phyllanthaceae), dan berkerabat dengan menteng, buni, dan ceremai. Ia termasuk dalam tribus Phyllantheae dan subtribus Flueggeinae.

Khasiat dan kegunaan

Daun katuk dapat mengandung hampir 7% protein dan serat kasar sampai 19%. Daun ini kaya vitamin K, selain pro-vitamin A (beta-karotena), B, dan C. Mineral yang dikandungnya adalah kalsium (hingga 2,8%), besi, kalium, fosfor, dan magnesium. Warna daunnya hijau gelap karena kadar klorofil yang tinggi. Daun katuk dapat diolah seperti kangkung atau daun bayam. Ibu-ibu menyusui diketahui mengonsumsi daunnya untuk memperlancar keluarnya ASI. Perlu diketahui, daun katuk mengandung papaverina, suatu alkaloid yang juga terdapat pada candu (opium). Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti keracunan papaverin. Pucuk tunas yang muda dijual orang di Indocina dan dimanfaatkan seperti asparagus. Tanaman ini banyak ditanam di pekarangan karena mudah diperbanyak dan biasa dijadikan pagar hidup.
.
Gen22.net - Mengenal khasiat daun katuk untuk kesehatan serta kandungan gizi di dalamnya.
Daun katuk termasuk tanaman perdu, dan memiliki nama Latin Sauropus adrogynus (L) Merr, famili euphorbiaceae. Daunnya yang hijau sering dijadikan sayur bening atau urap. Sudah sejak lama daun katuk diyakini memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan terutama bagi ibu menyusui untuk memperbanyak ASI.

Kandungan vitamin dan mineral pada daun katuk: Kandungan kalori, protein, dan karbohidrat daun katuk hampir setara dengan daun pepaya dan daun singkong. Sedangkan kandungan zat besi dan proteinnya lebih tinggi daripada kedua jenis daun tadi. Daun katuk juga kaya vitamin A, B1, dan C. Senyawa fitokimianya seperti tanin, saponin flavonoid, dan alkaloid papaverin berpotensi sebagai bahan obat alami.
 

Melancarkan ASI
Di negeri kita, daun katuk dikenal sebagai pelancar ASI berkat kandungan protein, senyawa minyak esensial (saponin, flavonoid, tanin, triterpenoid), sejumlah asam amino, vitamin A, B, dan C, mineral (kalsium, fosfor, zat besi), serta tujuh senyawa aktif lainnya. Penelitian terhadap kemampuan daun katuk dalam memproduksi ASI sudah banyak dilakukan. Prof. Dr. H. Sardjono O. Santoso DSFK, seorang farmakolog dari UI, bahkan berani memproduksi tablet daun katuk untuk melancarkan ASI.

Menyehatkan Mata
Di dalam tubuh, kandungan betakaroten yang tinggi (vitamin A) dipercaya membantu mencegah gangguan mata.

Mencegah Osteoporosis
Kandungan kalsium pada katuk cukup baik, cocok diasup oleh kaum perempuan yang tidak ingin terkena osteoporosis.

Mengatasi Hipertensi
Kadar kalsium yang sangat rendah dapat menyebabkan naiknya tekanan darah tinggi. Untuk mengatasinya, cobalah mengonsumsi daun katuk yang cukup baik kadar kalsiumnya.


Kesehatan Pria
Dalam katuk terdapat zat aktif yang mampu merangsang sintesis hormon steroid seperti progesteron, dan testoteron sehingga membangkitkan vitalitas seksual, memacu kualitas dan kuantitas sperma.
Khasiat daun katuk lainnya
Daun katuk mengandung efedrin yang sangat baik bagi penderita influenza. Kandungan zat besi yang cukup tinggi tentunya dapat mengatasi anemia.

Kandungan Gizi dalam 100gram Daun Katuk
  • Energi 59 kal
  • Protein 4,8 g
  • Lemak 1,0 g
  • Karbohidrat 11 g
  • Serat 1,5 g
  • Kalsium 204 mg
  • Fosfor 83 mg
  • Besi 2,7 mg
  • Vitamin A 10.370 IU
  • Vitamin B1 0,1 mg
  • Vitamin C 239 mg
  • Air 81 g

Catatan dan Efek Samping:
  • Daun katuk punya banyak manfaat tapi jangan dikonsumsi lebih dari 50g/hari secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama. Karena senyawa glukokortikoid dapat mengganggu penyerapan kalsium dan fosfor.
  • Efek negatif lainnya, dapat menyebabkan insomnia, tidak enak makan, dan sesak napas.
  • Khusus ibu hamil, tidak disarankan mengonsumsi daun katuk karena akan mempengaruhi kondisi janin.

Sumber:
- See more at: http://www.gen22.net/2013/03/khasiat-daun-katuk-dan-kandungan-gizinya.html#sthash.kkaZOIBo.dpuf
http://www.agarcepathamil.info/info-kehamilan-306-4-jenis-daun-yang-bermanfaat-untuk-meningkatkan-kesuburan.html